Selasa

Fungsi Komponen Hp & Scurity Nokia

UEM (Universal Energy Management

UEM Description

Didalam UEM terdapat beberapa peran penting sebagai Energy Management Ponsel. Berbeda dengan Nokia DCT3, UEM adalah gabungan dari beberapa ASICs seperti: CCONT, COBBA, CHAPS dan UI DRIVER.


UEM singkatan dari Universal Energy Management, sesuai dengan namanya, UEM mempunyai beberapa fungsi yang sangat komplek, diantaranya:

  • Crystal oscillator (32 kHz)

Setiap Sistem Ponsel akan ditemukan Oscilator yang berukuran kecil yang mampu menghasilkan denyut sebesar 32KHz,.UEM yang akan memberikan tegangan dan mengendalikan Crystal Oscilator ini untuk selanjutnya diteruskan kepada UPP.

  • 32 kHz Startup RC oscillator

Disaat ponsel dalam keadaan Power-down, Clock dari RF Processor belum dapat diberikan kepada UPP, agar ponsel dapat melakukan power-up dibutuhkan Clock untuk Logic System kepada UPP. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan Sleep Clock yang dihasilkan oleh Crystal Oscilator 32 kHz.

  • Real time clock logic

Jam, Tgl, Alarm dibutuhkan Clock Logic yang diberikan oleh Cristal Oscilator 32kHz.

  • Regulator Baseband & RF

UEM diberikan tegangan utama oleh battery sebesar 3,7Volt (VBATT). UEM mempunyai peran sebagai pendistribusi tegangan / regulator ke semua sistem berdasarkan kebutuhan tegangan yang diperlukan di setiap sistemnya.

Regulator Baseband:
§VCORE, untuk pemrograman yang membutuhkan tegangan sekitar 1.0 – 1.8 Volt - 200mA ke UPP (VCORE DSP & VCORE MCU)
§VANA, memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 80mA untuk fungsi sistem analog (Btemp, VCXO Temp)
§VIO, memberikan tengan sebesar 1.8 Volt – 150mA untuk Logic I/Os (Input/Output Logic: MMC Level Shifter, IR, IC Flash & SDRAM, Bluetooth, LCD, ) dan UEM Logic.
§VFLASH1, memberikan tegangan utama sebesar 2.8 Volt – 70mA kepada IR, Bluetooth, LCD, LED Driver dan tegangan kepada BSI.
§VFLASH2/VAUX, memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 40mA untuk FM Radio dan Accesories lainnya.
§VSIM, memberikan tegangan sebesar 1.8 – 3.0 Volt – 25mA untuk SIM Card

Regulator RF:
§VR1, memberikan tegangan sebesar 4.75 Volt – 10 mA kepada VCP
§VR2, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 100 mA kepada: VRF_TX, MODOUTP_G_TX, MODOUTM_G_TX, MODOUTP_P_TX, MODOUTM_P_TX,
§VR3, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 20 mA kepada: VDIG, Out Clock VCTXO (Osc 26MHz)
§VR4, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada: VRF_RX, VF_RX, VPAB_VLNA
§VR5, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VPLL, VLO, VPRE,
§VR6, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VRXBB
§VR7, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 45 mA kepada: VCO,

  • Charging functions

Proses pengisian Battery Ponsel dikontrol oleh UEM. UEM telah menyimpan Charging Control didalamnya yang berfungsi sebagai pengaturan proses pengisian Battery. Ponsel akan secara otomatis memutuskan arus dari charger kepada Battery bila tegangan Battery telah mencapai batas tegangan maksimal walaupun Charger masih terhubung kepada Ponsel, sebaliknya jika tegangan Battery dibawah tegangan maksimal maka arus dari charger akan terus diberikan kepada Battery.

  • 11-channel A/D converter (MCU controlled)

Didalam UEM tersimpan 11Channels Analog to Digital Converter yang digunakan untuk bandgap reference dan voltage reference, bagian ini yang akan mengukur BSI, Btemp,Vcharge.
oBattery Voltage Measurement A/D Channel (Internal)
oCharger Voltage Measurement A/D Channel (Internal)
oCharger Current Measurement A/D Channel (External)
oBattery Temperature Measurement A/D Channel (External)
oBattery Size Measurement A/D Channel (External)
oLED Temperature measurement A/D Channel (External)

  • Interface FBUS dan MBUS

FBUS & MBUS digunakan untuk transfer data dari komputer ke ponsel, seperti proses (Flash Programming), File Manager, dll. Data tersebut selanjutnya akan masuk ke UPP dan IC Flash.

  • Security Logic (Watchdog)

Watchdog tersimpan didalam UEM, pertama digunakan untuk controlling system power-on dan power-down. Kedua digunakan untuk blok keamanan dan penyimpanan IMEI, Watchdog akan mengontrol IMEI yang berada di ROM UEM dengan IMEI yang tersimpan didalam IC Flash, bila terdapat perbedaan IMEI antara IMEI di UEM dan IMEI di Flash maka Watchdog akan melakukan Power-Down dalam waktu 32mS.

  • FLASH memory untuk IMEI code

Didalam UEM terdapat ROM yang digunakan untuk menyimpan data IMEI. Sifat penyimpanan data IMEI adalah OTP (One Time Programming) dimana data IMEI hanya dapat ditulis satu kali saja dan tidak dapat dihapus atau diganti, oleh karena itu UEM bekas atau pernah dituliskan IMEI tidak dapat digunakan kepada Ponsel yang lainnya terkecuali bila IMEI yang berada di IC Flash dapat disamakan dengan IMEI yang berada pada UEM (Calulate Flash), materi ini akan dijelaskan pada Bab Software.
Bila ROM yang berada di UEM ini bermasalah atau Corupt maka UEM ini sudah tidak dapat digunakan lagi dan tidak dapat diperbaiki lagi, biasanya akan menampilkan IMEI ????????? dimana IMEI yang berada pada UEM sudah berbeda dengan IMEI yang seharusnya walaupun hanya terdapat satu angka saja yang berbeda.

  • IR interface level shifters

Digunakan untuk driver dan regulator Infra red, data tersebut selanjutnya akn diteruskan kepada UPP.

  • Interface LED, Buzzer dan vibrator

Vibrator, Keyboad LED, LCD LED dikendalikan oleh Subsystem UI Driver yang berada didalam UEM. Perintah kepada UI Driver ini diberikan oleh UPP, UPP hanya memberikan tegangan yang sangat rendah sekali maka dibutuhkan Driver agar dapat memberikan arus yang cukup kepada Vibrator, Keyboad LED, LCD LED.

  • Audio codec

Earphone, Microphone, IHF Speaker, Handsfree dapat berfungsi karena terdapat Subsistem Audio Codec yang tersimpan pada UEM. Subsistem ini berfungsi untuk merubah signal data informasi digital menjadi signal Audio, agar signal audio tersebut dapat didengar oleh manusia dibutuhkan penguatan (Audio Amplyfier) sebelum diteruskan ke Speaker dan Microphone, signal Audio tersebut mempunyai Frekuensi sebesar 20Hz sampai 20kHz.

  • SIM interface

SIM Card merupakan komponen aktif yang mempunyai Microchip didalamnya, setiap yang bersifat komponen aktif maka dibutuhkan supply tegangan kepadanya, tegangan SIM Card diberikan oleh UEM dari Subsystem Regulator Baseband sebesar 1,8 Volt – 3Volt, sedangkan SIM Clock, SIM Reset, SIM I/O data diberikan melalui Subsistem Interface, dimana SIM Interface telah menyimpan SIM Detector, SIM IF Driver dan SIM IF.

  • Serial control interface (Cbus & Dbus Controled)

Bagian ini yang akan mengontrol interface penggunaan transmisi data antara UEM dan UPP diterapkan melalui CBUS dan DBUS untuk MCU Subsystem yang tersimpan didalam UPP.

  • Auxiliary A/D converted (DSP controlled)

Sebagai alat bantu untuk konfersi signal analog menjadi signal digital yang digunakan untuk pengendali DSP Subsystem yang tersimpan didalam UPP, bagian ini akan berperan pada: Digital Speech Processing dan PDM Coded Audio.

  • RF interface converters

Telah kita pahami sebelumnya bahwa Modul RF mempunyai karakter signal analog sedangkan Baseband mempunyai karakter digital, agar kedua Modul ini dapat berkesinambungan satu sama lain, dibutuhkan suatu konversi atau penerjemah signal analog menjadi signal digital (A/D Converter) dan signal digital menjadi signal analog (D/A Converter). RF Interface Converter biasa juga disebut Multy Mode Converter yang merupakan rangkaian penghubung antara Modul RF dengan UPP.

UPP (Universal Phone Processor)

UPP Description
Processor Ponsel Nokia generasi ke 4 (DCT4) menggunakan UPP (Universal Phone Processor) sebagai pusat dari semua kegiatan komputerisasi. Processor merupakan otak dari sistem kerja ponsel yang akan melakukan koordinasi semua fungsi ponsel termasuk juga instruksi-instruksi yang terprogram didalamnya.

Teknologi Nokia DCT4 terus berkembang, WD2 dan TIKU merupakan pengembangan dari teknologi DCT4. Perbedaannya adalah jenis Proccesor yang digunakan dan kapasitas memori internal yang cukup besar. UPP-WD2 dan TIKU dapat memproses data lebih cepat ketimbang UPP DCT4, sehingga dapat memfasilitasi fitur-fitur yang lebih canggih lagi, seperti : Sistem operasi Symbian, akses GPRS Class 10 (EDGE / BB4.5), Multy Task, LCD TFT, resolusi kamera sampai 2mega pixel, MMS, Ringtone polyphonic hingga 48channel, MP3 player, Bluetooth, memory external (MMC Support),dll.

UPP Nokia DCT4, WD2 dan TIKU pada dasarnya mempunyai struktur yang sama, yang membedakan hanya spesifikasi: ARM, DSP Core (LEAD3) dan Cache RAM yang tersimpan didalam UPP, tentunya spesifikasi ROM dan RAM yang tersimpan didalam UPP akan berbeda pula satu sama lain. UPP mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:

  • BRAIN

Bagian ini merupakan otak utama dari Microprocessor ponsel, bagian ini mempunyai dua fungsi:

üMCU Subsystem
MCU Subsystem (Micro Controller Unit) diproses oleh Microprocessor ARM(Advance RISC Machines) dan didukung oleh: MCU ROM, Cache RAM, DMA (Direct Memory Access) dan Memori IF.

üDSP Subsystem
DSP Subsystem (Digital Signal Processing) blok ini diproses oleh LEAD (Low power Enhanced Architecture DSP) digunakan untuk memproses Digital Application (A-DSP) dan Digital Cellular (C-DSP). Bagian ini yang akan mengatur lalu lintas data informasi pada keseluruhan sistem kerja ponsel.

üBrain Peripherals
Bagian ini yang akan menghubungkan semua perintah dari subsystem MCU dan DSP kepada bagian Body.

Kinerja subsistem MCU dan DSP sangat tergantung sekali kepada Cache RAM yang tersimpan didalam UPP, Nokia WD2 dan TIKU mempunyai Cache RAM yang cukup besar, sekitar 8-16Mbit. Cache RAM merupakan unit pendukung. Semua perintah yang sering digunakan oleh UPP akan disimpan sementara pada bagian ini. Dengan adanya Cache RAM, UPP tidak perlu lagi memanggil perintah yang sama ke bagian lain. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan perintah-perintah penting dapat dipersingkat, sehingga kecepatan eksekusinya lebih baik dan cepat.

  • BODY

Keseluruhan sistem kerja ponsel semua dikontrol oleh Microprocessor. Body merupakan bagian dari Microprocessor yang berfungsi sebagai pelaksana perintah dari bagian Brain. Bagian Body berfungsi juga sebagai Digital Control Logic seperti berikut ini:

Fungsi

Keterangan

ACCIF

Interface untuk transfer data dari aksesories: misalkan dari infrared dan kabel Fbus/Mbus yang dihubungkan ke computer untuk melakukan transfer data dari ponsel ke computer.

SIMIF

Interface SIM Card. Pembacaan data-data dari sim card misalkan SIM ID, penyimpanan SMS dan Phone Book, dll.

UIF

1. Interface signal audio kepada earphone dan microphone
2. Sebagai interface LCD dan Interface Keyboard
3. juga digunakan untuk Codec kamera

PUP

Digunakan untuk transfer data Software MCU dan DSP eksternal yang akan disimpan di eksternal memory (IC Flash) melalui koneksi Fbus atau Mbus. Misalkan ponsel akan di Flash, maka data dari computer yang dihubungkan kepada Fbus ponsel akan diterima oleh Blok PUP dari Microprocessor Ponsel lalu akan disimpan didalam IC flash.

CTSI

Bagian ini digunakan untuk Management Clock untuk: PURX, Clocking, timing, Sleep Clock,dll.

SCU

Control IF / RFbus kepada Modul RF. Bagian ini digunakan untuk mengontrol jalur frekuensi yang akan dikunci kepada Base Station oleh Modul RF (PLL).

MFI, GPRS Cip, RXModem

Ketiga blok ini bersama-sama digunakan untuk menerima dan memberi data informasi kepada RF Modul, akan tetapi sebelumnya dibutuhkan konfersi D/A - A/D. Bagian ini juga yang menentukan kecepatan transfer datanya, misalkan untuk akses GPRS atau juga dapat digunakan sebagai Modem.

UPP dapat bekerja bila telah diberikan tegangan sebesar 1.5V yang diberikan oleh Regulator VCORE dan tegangan Logic (VIO) sebesar 1.8 Volt yang dibeikan oleh UEM. Disaat proses booting awal, UPP membutuhkan Clock sebesar 32KHz (Sleep Mode), sedangkan Clock utamanya diberikan oleh VCTCXO dari RF Processor sebesar 13MHz.

Memories (Flash & RAM)

Memories (Flash & RAM)
UPP tidak akan dapat berfungsi secara penuh bila tidak dibantu oleh Memori. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa UPP mempunyai subsystem MCU dan DSP didalamnya. Akan tetapi subsystem tersebut tidak dapat menyimpan OS (Operating System) secara utuh, karena sangat terbatas penyimpanan datanya, maka dibutuhkan memori tambahan untuk menyimpan Software MCU dan DSP (Firmware). Memory yang dibutuhkan oleh UPP adalah: Flash Memory, EEPROM, RAM.

Pada ponsel Nokia DCT4, Flash Memory dan RAM sudah digabungkan mencadi satu IC, biasa disebut dengan “IC Combo Flash”.

Flash Memory
Flash Memory digunakan untuk penyimpanan data Software MCU (Micro Controlled Unit) dan Software DSP (Digital Signal Processor) yang merupakan OS (Operating System) pada ponsel yang biasa disebut (Firmware), Flash Memory menjadi berperan penting dalam baik tidaknya suatu system ponsel. Language pack atau pilihan bahasa (pada ponsel Nokia disebut PPM), yang tersimpan didalam Flash Memory, maka Ponsel yang tidak memiliki pilihan Bahasa Indonesia bisa ditambahkan atau di upgrade (Re-Flash) menggunakan alat dan program khusus.

Data-data yang tersimpan bukan hanya data operating system saja, juga terdapat data content pack atau User Area Data yang biasa digunakan untuk menyimpan data atau program oleh pengguna ponsel, diantaranya: Phone Book, SMS, Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada Dering, Foto, Movie, Dll. Flash Memory pada sektor ini dapat dihapus dengan cara manual dari ponselnya.

EEPROM Nokia DCT4 telah diemulasikan dengan IC Flash. EEPROM digunakan untuk penyimpanan data-data penting yang sudah di set oleh pabrik ponsel itu sendiri, data-data yang terdapat pada EEPROM diantaranya: Signal Tunning Value, IMEI/ISN, SID, MIN, SP-Lock, Security Code, dll. Oleh karena itu bila ponsel diganti IC Flashnya, akan diperlukan kalkulasi Code IMEI, bila tidak maka ponsel tidak akan dapat bekerja.

Rata-rata Nokia DCT4 mempunyai kapasitas data pada Flash memori dari 16Mbit sampai 64Mbit. Sedangkan Flash Memory pada Ponsel Nokia WD2 akan membutuhkan kapasitas penyimpanan data yang sangat besar, mulai dari 128Mbit sampai 256Mbit, oleh karena itu Nokia WD2 akan mempunyai 2 sampai 4 buah IC Flash didalamnya.

Flash Memory pada ponsel Nokia yang menggunakan processor TIKU, digunakan 2 IC Flash yang terpisah: Pertama, NOR Flash, digunakan untuk menyimpan data utama, disinilah Software MCU dan Security IMEI disimpan. Kedua NAND Flash, sebagian besar digunakan untuk menyimpan data user, seperti: Sounds, Games, Applications, dan juga yang menyimpan paket bahasa.


RAM (Random Access Memory)
Sebagai penyimpanan data secara sementara diperlukan RAM, Nokia DCT4 masih menggunakan SRAM (Synchronous RAM) dengan kapasitas sekitar 64Mbit yang telah di intergrasikan dengan IC Flash (Combo Flash), sedangkan untuk Nokia WD2 dan TIKU menggunakan SDRAM (Synchronous Dynamic RAM) yang mempunyai kapasitas data sebesar 128-256Mbit secara terpisah dari IC Flash.

SRAM maupun SDRAM diberikan suplay tegangan oleh UEM melalui VIO sebesar 1.8 Volt.

sering kali watchdog terlalu difokuskan kepada sistem security, yang saya pahami justru bukan hanya security saja, tapi masih banyak fungsi2 yang terdapat pada watchdog, misalkan saja proses:

- Power UP
- Power down / Reset
- Startup

proses power on ke power down atau sebaliknya, semuanya dikontrol oleh watchdog. hanya saja pada nokia DCT4 keatas, Watcdog juga dimanfaatkan sebagai security, dimana bila security ponsel tersebut bermasalah maka watchdog akan menuju ke power down.

nah.. dimanakah gogog tersebut berada????
UPP???? .... UEM???......
saya rasa si gogog tersebut berada di dua tempat, UPP??? ya, UEM??? ya...
kenapa???

Watchdog di UEM = yang bertindak sebagai pelaksana
watchdog di UPP = yang mengontrol security

Kunci-nya disini:
UEM Empty (ROM tidak terisi data) => Wacthdog Disable
UEM Fill (ROM berisi Data) => Wacthdog Enable.

Wacthdog sendiri TIDAK Berhubungan dengan dalam Proses Power UP/ Start UP dan Power Down. => Terbukti IMEI ???????????? pada Ponsel dengan System Security DCT4/WD2 tetap bisa Start Up.

Wacthdog merupakan bagian dari MCU (Master Control Unit), lebih tepatnya salah satu command di dalam MCU yang berfungsi untuk cek DATA pada ROM UEM dan DATA tertentu pada IC Flash setiap 32 detik sekali (Looping).
Command Wacthdog ini akan aktif / ENABLE saat ROM Area pada UEM terisi!! Jika TIDAK maka dia akan disable => terbukti Ponsel dengan UEM Kosong / baru tidak akan Power Down dalam 32 detik.

Security Logic yang ada pada Diagram UEM diatas lebih tepat jika dikatakan berhubungan dengan SimLock State !! Bukan dengan Wachtdog !!

Hal ini yang membuat UEM berfungsi mendeteksi apakah sebuah simcard yang terpasang pada Ponsel tersebut valid atau tidak !!
Kapan Sim Not Valid dan kapan Sim Valid???
Sim Not Valid => jika simlock State corrupt !!!
kapan SimLock State Corrupt => Jika DATA pada UEM dan DATA pada IC Flash tidak menghasilkan sesuatu yang valid (dalam hal ini yang dimaksud adalah IMEI)
jadi memang ada hubungannya, tapi kalau dibilang Security Logic pada UEM berhubungan dengan wacthdog.

Cara Atasi Masalah Software BB5


ATASI  MASALAH SOFTWARE BB5 SEPERTI CONTACT SERVICE, RESTART, ERASE, RESTORE PM & RPL BACKUP


A. Cara Repair Contact Service / Contact Provider
Contact Service karena Software pada ponsel BB5 dapat dikategorikan dalam 3 jenis/kasus. Untuk membedakannya cukup lakukan cek PHONE INFO dan lihat bagaimana keterangan IMEI dan SL Zone nya (Sim Lock) :

1.Imei Damaged, dimana imei telah berubah menjadi 12345610654321 (Imei Cantik)
Solusi : Beli RPL (Ask to RPL Service)

2.Imei Normal, tetapi SL Zone Rusak, dan kita tidak mempunyai backup original PM 308, maka solusinya terbagi menjadi 2
-Hasil Phone Info menunjukkan SP Data seperti ini:
CONFIG KEY: FFFFFFFFFFFFFFFF
PROVIDER KEY: FFFFFFFFFFFFFFFF
Provider: Unknown provider 
Solusi: Jika ponsel tersebut support untuk proses unlock, kita bias mencoba melakukan Repair SP Data dan Unlock dengan Software BB5 Unlocker (Software nya banyak, tinggal pilih di forum ini ada semua), Tetapi jika tetap gagal ya….Beli RPL
-Hasil Phone Info menunjukkan SP Data seperti ini:
CONFIG KEY: 0000000000000000
PROVIDER KEY: 0000000000000000
Provider: Unknown provider
Solusi : Beli RPL, belum ada repair SP Data dan unlock gratisan untuk kasus ini (keliatannya sekarang ada solusi gratisan, cuman blom pernah nyoba)

Kesimpulannya:
Pastikan kita selalu melakukan bakup RPL dan PM308 sebelum melakukan flashing
Jika kita punya Backup RPL tetapi tidak punya backup PM 308 maka: kita bias melakukan Repair / Restore Imei, tetapi kita tidak bias melakukan Repair SP Data ( paling ya dicoba dulu pakai BB5 Unlocker kalau memamg seri ponsel nya support)
Jika kita punya Backup PM 308 dan tidak punya backup RPL, maka kita bias melakukan Repair SP Data tetapi tidak bias melakukan Repair Imei,….jalan satu-satunya ya Beli RPL
3.Imei dan SL Zone OK semua tetapi ponsel tetap Contact Service
Solusinya:
Lakukan SELF TEST cek bagian ST Security Test
Jika hasil ST Security test nya OK / Passed, maka ---- Lakukan File System Format, kemudian diikuti dengan Factory Setting,….jika masih tetep bandel, coba cek hardware nya

Jika hasil ST Security test nya Failed maka ---- Lakukan write pm secara online / SX4, (PM Field 1 dan 309 atau Full PM tanpa area 308, trus Factory setting,
Jika tetep bandel, coba downgrade dulu, write RPL, trus SX4, baru diupgrade lagi
Jika masih saja belum berhasil, coba lakukan erase flash dengan BB5 Erase (penjelasan langkah-langkahnya menyusul), Flash ulang, Write RPL, SX4, trus factory setting

B. Cara Repair untuk kasus Restart atau Hp off sendiri ( Kondisi Imei dan SL Zone OK semua)
Solusinya macem-macem, ini saya urutkan dari cara paling simple sampai yang agak rumit untuk kasus yang berat :
Cara Termudah coba lakukan File System Format + Factory Setting.(belum OK?)
Coba Lakukan Write Full PM Online / SX4 (Without 308 Field), trus coba cek hidupin ponsel tanpa MMC, cek lagi, (belum OK?)
Coba Lakukan Full Flash + SX4 + Factory Setting,….cek lagi (belum OK?)
Coba Downgrade, Full Flash, SX4 + Factory Setting,….cek lagi (belum OK?)
Jurus Terakhir Erase Flash (RAP) dan full flash, caranya:
Bakup PM 308 dan RPL
Jika ponselnya adalah generasi BB5+, lakukan juga backup full PM (0 to 400)
Pilih file MCU nya: uni.rapido.bin (untuk jaf) atau uni.rap.bin (untuk MT Box)
Klik Flash
Jika sudah, kondisi ponsel kita menjadi matot, Imei : 12345610654321, SP Area damaged dan CMT Flash Data menjadi: FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
Sekarang lakukan full-flash,…tips dari MR Stanner, pilihlah firmware yang sedang-sedang saja, jangan terlalu kuno, tapi juga jangan yang terbaru
Jika Proses Flashing selesai, ponsel hidup kembali dengan kondisi: IMEI: 12345610654321 and Courpted SP Area:PROVIDER KEY: 0000000000000000, Provider: Unknown provide
Restore Original Backup PM308 ( Write PM ), kalau berhasil teori nya SL Zone nya normal lagi, tetapi imei masih korup.
jika gagal write PM nya atau berhasil tetapi tetapi SL Zone nya tetep corup, coba lakukan flash ulang dengan Versi Firmware yang sama pada saat kita melakukan Backup),
Atau jika kita punya backup Full PM (0-400), nggak usah flash ulang, cukup write PM Full tanpa SX4
Coba hidupkan ponsel
Kemungkina HP akan menjadi contact retailer atau hidup normal tetapi imei masih korup
Lakukan write RPL (Restote RPL Backup)
Hp akan normal kembali (atau jika masih contact reatailer, lakukan SX4)
Nah, jika kita mengalami kegagalan saat melakukan write RPL, imei masih korup, dan biasanya Cuma keluar logo NOKIA, kemudian mati, maka
Lakuka Write Balnk RPL
Flash ulang dengan versi tertinggi
Lakukan Write RPL Backup (Original RPL)
Kemudian terakhir lakukan SX4 (jika imei+SL Zone sudah OK, tetapi ponsel menjadi contact service)
Finish

                          Thank to Mr. Stanner Austin’s Articles (GSM Hosting)


Jumat

Cara Repair Beberapa Kasus Kerusakan Ponsel

Deteksi short pada BB5

  Untuk ponsel bb5  semisal 3110c dll yang menggunakan IC RF AHNE, menggunakan Processor RAPGSM v1.1 bukan RAP3G.
RAPGSmv1.1 ini termasuk dlm CMOS Processor (MOSFET) yg merupakan rangkaian kombinasi Field Effect Transistor Vdd(Drain) sbg teg. Positifnya dan Vss(source) sbg negatif.
Pada RAPGSM ini membutuhkan 2 jenis tegangan kerja sbb:
Tegangan Microprocessor VCore=1,4V
Tegangan Data Signal Processor VIO=1,8V
Pada RAPGSM ini terdapat 19 kaki yang memperoleh tegangan Positif Vddcore 1,4V(drain) dari TAHVO, dan 19 kaki tegangan negatif VssCore(source) ke Ground.
Serta 11 kaki yang memperoleh tegangan VddIO 1,8V.
  dari hampir lima puluh kaki tegangan input (Vdd/Vss) untuk RAP tsb, sering mengalami masalah short pada kaki2nya. Oleh karena itu kemungkinan terbesar disebabkan oleh RAPGSM ini.
Namun bila mau melakukan pengukuran lebih teliti short atau tidaknya pada RAPGSM ini sulit bila dilakukan dengan cara suntik tegangan dan Heat feeling (Meraba yg panas). Atau disebut inject tegangan (Memberi teg. kerja yg sesuai, langsung dari Power Supply, bukan lagi dari IC Regulator RETU& TAHVO tsb, dan melihat reaksi konsumsi arus pd Power Supply).
Mengapa? Dikarenakan dalam modul IC RAPGSM pada input Vdd/Vss terdapat Protection Diode sbg Switching saat shorting. Sehingga pada RAP yg short sendiripun tdk dirasakan panas, namun panas terjadi pada Regulator yg memberikan tegangan(RETU/TAHVO). Sehingga bisa terjadi salah deteksi, panas di RETU bukan berarti RETU yg short.
   Adapun cara eliminasi untuk mengetahui komponen mana yg short sbb:
(cara Eliminasi adalah memutus tegangan terhadap salah satu komponen yg dicurigai, lalu membandingkan arusnya kembali pada Power Supply.)

1. Eliminasi TAHVO

Cabut L2302, jika dicabut maka VCORE akan hilang. Cek kembali. Apakah kondisi msh sama? jika ya pertanda tdk ada masalah dgn VCore utk RAP.
Jika panas sdh normal, 100% masalah dari RAPGSM (bagian Microprocessor nya).

Cabut L2301&L2306, jika dicabut input TAHVO dari VBat akan putus, Rangkain Charging tdk bekerja. Cek kembali. Kondisi masih sama? jika ya pertanda tdk ada masalah dgn TAHVO. Jika panas sdh normal, masalah dari TAHVO

2. Eliminasi PA

Cabut Z7520, maka teg. VBAT ke PA akan putus. Cek kembali. Jika konsumsi arus menjadi normal, maka 100% masalah pada PA.

3. Eliminasi IC RF (AHNE)

Cabut L7502, teg. VBAT ke AHNE akan putus, jika konsumsi arus menjadi normal, maka 100% masalah pada AHNE. Jika arus tetap tinggi, masalah bukan pada AHNE, pasang kembali L7502.

4. Eliminasi Bluetooth IC

Cabut L6077, maka teg. VBAT ke BT IC akan putus, jika arus menjadi normal, maka IC BT bermasalah.

5. Eliminasi Camera IC & Regulator

Cabut L3303, jika arus menjadi normal, maka masalah di Camera atau Camera IC(D3300),
Jika arus masih tinggi, cabut L3304, arus menjadi normal, maka 100% masalah di Regulator Camera(N3300)
Camera IC sering pula bermasalah short.
Untuk Bagian DSP dari RAPGSM yg mendapatkan teg. VIO. Cara Eliminasi dengan mengangkat RAPGSM. kemudian melihat kembali reaksi arus pd PS, atau meraba apakah RETU masih panas. Jika sdh normal, maka pertanda RAPGSM bermasalah. Jika RETU msh panas/PS arusnya masih tinggi, pertanda masalah bukan dari RAPGSM.
Sedangkan short pada RAPGSM ada dua kemungkinan bisa dari kaki2 BGAnya yg menimbulkan short, bisa pula dari modul RAPGSM itu sendiri.
Jika kaki2 BGA yg bermasalah, bisa diangkat cetak (Reball)
Namun jika setelah diReball, arus kembali melonjak, RETU Panas. Maka pertanda RAPGSM sdh rusak.

Sedangkan Shorting pada ponsel, ada 3 kategori:

1. Langsung short begitu pasang Batt/PS. (Arus pada PS langsung melonjak)
2. Short setelah menekan Switch on/off. (arus PS naik setelah menekan on/off)
3. Short saat melakukan panggilan/Transmit. (ARus naik tinggi saat melakukan calling)

Kondisi 1, paling mudah menebaknya. Periksa & Eliminasi komponen yg langsung mendapatkan tegangan dari VBatt. Spt PA, RETU, TAHVO, RF IC, BT IC, dsb..

Kondisi 2. Agak sulit pendeteksiannya. Periksa & Eliminasi komponen yg mendapatkan tegangan dari Regulator(RETU,TAHVO,Camera Regulator,LED Regulator, dll)

Kamis

Ponsel Matot

    Ponsel mati total dapat di kelompokkan pada dua cara perbaikannya yaitu hardware dan software
Dari segi hardware ponsel mati total ( matot ) dapat di sebabkan beberapa hal :
- Ponsel terjatuh 
- Terkena air
- Rusaknya komponen vital ponsel,seperti IC Power,CPU,memory,sistem clock.
Dari segi software di sebabkan :
- Sering mendownload  aplikasi ponsel seperti game dan aplikasi lainnya 
- Terkena virus
- Proses flashing yang gagal
Langkah-langkah memperbaiki ponsel matot yaitu :
1.Melakukan pengujian baterai,apakah tegangan baterai tersebut kosong atau tidak dan biasanya pada label
   baterai tercantum tegangan 3,7 V nilai  itu merupakan  batas tegangan untuk dapat menyalakan sebuah 
   ponsel.
2.Cek,apakah terjadi konslet  atau tidak pada ponsel tersebut dan pada kondisi normal tidak di temukan 
   adanya nilai resistansi saat konektor positif dan negatif  bila di hubungkan demgan multitester.
3.Apabila  kondisi ponsel baik,langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian dengan power supply 
   dan ketika tombol on-of di tekan biasanya terdapat arus listrik sekitar 200 mili-ampere,apabila tiadak
   terdapat arus sama sekali di pastikan tombol rusak dan bisa jadi jalur dari IC Power yang putus
4.Apabila semua hasil pengujian normal,selanjutnya adalah menguji software ponsel tersebut dengan
   menggunakan Box Flasher
5.Bila kerusakan ponsel tidak dapat terdeteksi oleh box flasher kemungkinan besar ponsel mengalami
   kerusakan pada hardwarenya yaitu IC Power,CPU,IC flash,Crystal IC dan lainnya yang merupakan komponen vital ponsel.